Mahasiswa KKN UIN STS Jambi Mengajak Ibu-Ibu Desa Ture Membuat Anyaman dari Tali Kur

Desa Ture, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 15 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengajak ibu-ibu warga Desa Ture belajar menganyam tali kur menjadi tas pada hari Kamis 27/08/2026. Dari gulungan tali yang harganya tak seberapa, belasan peserta berhasil merangkai tas selempang mini, dompet ponsel, hingga pouch serbaguna berwarna kuning gading dan abu-abu yang kini siap dipasarkan lewat media sosial.
Kegiatan ini digagas untuk membekali ibu-ibu Desa Ture dengan keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan dari rumah, sekaligus mengisi waktu luang dengan aktivitas yang produktif. Tali kur dipilih karena bahannya murah dan mudah ditemukan, sementara di tangan yang terampil, nilai jualnya bisa berlipat jauh dari harga bahan mentahnya.

Teknik yang diajarkan adalah simpul makrame dasar. Peserta menyusun beberapa utas tali kur, menganyamnya berulang kali hingga membentuk lembaran, lalu menyatukan lembaran itu menjadi badan tas. Beberapa peserta bahkan menjepit anyaman dengan kaki agar simpul tetap kencang, trik sederhana yang mereka temukan sendiri di tengah proses belajar. Kuning gading dipadukan dengan abu-abu keputihan, dan setiap tas tampil dengan motif berbeda karena tiap peserta bebas mengatur pola sesuai selera masing-masing.
Hingga sore, puluhan tas dan dompet anyaman berhasil diselesaikan dengan ukuran dan motif yang beragam, mulai dari dompet ponsel mungil hingga tas selempang yang pas dipakai untuk gaya sehari-hari. Rajutannya rapat dan rapi, tampilannya tak kalah dari produk buatan pengrajin berpengalaman, padahal sebagian besar peserta baru pertama kali memegang tali kur. Produk-produk ini dibanderol mulai Rp 35.000, harga yang terjangkau untuk sebuah karya tangan yang unik dan penuh cerita.

Rangkaian pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Belasan peserta, mulai dari ibu-ibu warga hingga mahasiswa KKN, berkumpul sambil membawa hasil karya masing-masing untuk didokumentasikan. Beragam tas dan dompet anyaman yang mereka pegang menjadi bukti bahwa keterampilan baru ini benar-benar bisa dikuasai hanya dalam waktu singkat.
Pelatihan tali kur ini melengkapi rangkaian program kerja Posko 15 di Desa Ture, Agar hasil karya ibu-ibu Desa Ture tidak berhenti sebagai kenang-kenangan pelatihan, produk-produk ini akan mulai dipasarkan lewat akun Instagram pkk_desature dan grup WhatsApp warga, lengkap dengan foto produk dan daftar harga yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pembeli.
Bagikan: