Mahasiswa KKN UIN Jambi Sulap Halaman Balai Desa Kota Karang Jadi Taman TOGA Bernuansa Kemerdekaan

MUARO JAMBI — Mahasiswa KKN Reguler Gelombang 2 Posko 17 bersama perangkat Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, menata halaman balai desa menjadi taman Tanaman Obat Keluarga sekaligus ruang penghijauan. Penataan dilakukan dengan memadukan tanaman herbal, tanaman hias, dan ornamen bernuansa kemerdekaan.
Kegiatan tersebut dilakukan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Halaman Balai Desa Kota Karang yang sebelumnya minim penghijauan ditata agar lebih asri sekaligus memiliki fungsi edukatif bagi masyarakat.
Mahasiswa dan perangkat desa bergotong royong menyiapkan lahan, menggali tanah, mencampur pupuk kandang, serta menanam sejumlah tanaman obat, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai. Tanaman herbal tersebut dipadukan dengan berbagai tanaman hias dan bunga untuk memperindah lingkungan kantor desa.
Selain membuat taman, mahasiswa KKN Posko 17 juga membuat pagar berbahan kayu sebagai pembatas area tanaman. Pagar tersebut kemudian dicat merah putih sehingga memberikan nuansa kemerdekaan di lingkungan balai desa.
Koordinator KKN Posko 17 mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercantik lingkungan kantor desa. Taman TOGA diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat menanam tanaman obat.

Keberadaan tanaman obat di lingkungan rumah bermanfaat praktis bagi keluarga, terutama sebagai bahan herbal yang mudah diperoleh ketika dibutuhkan.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan perangkat desa juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong sehingga penataan taman tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga memperkuat interaksi antara mahasiswa dan warga.
Kini, halaman Balai Desa Kota Karang tampil lebih hijau dan tertata. Taman TOGA dengan pagar merah putih menjadi bagian baru dari lingkungan kantor desa sekaligus ruang edukasi sederhana mengenai pemanfaatan tanaman obat dan penghijauan.
Bagi mahasiswa KKN, taman tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jejak pengabdian yang tetap bermanfaat bagi masyarakat setelah program KKN berakhir.