Mahasiswa KKN Kenalkan Literasi Keuangan melalui Simulasi Pasar Imajinasi

SUMBER JAYA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mengenalkan literasi keuangan dasar kepada siswa kelas III sekolah dasar di Desa Sumber Jaya melalui simulasi pasar imajinasi. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Nurusa’adah setelah pembelajaran di sekolah diliburkan akibat kabut asap yang cukup tebal.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN mengenalkan konsep dasar uang, nominal rupiah, serta cara menulis dan membaca nilai uang. Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui tanya jawab dan latihan menggunakan media pembelajaran yang telah disiapkan.
Pada awal kegiatan, mahasiswa KKN menggali pemahaman siswa tentang uang. Sebagian besar siswa telah mengetahui fungsi uang, seperti untuk membeli makanan, alat tulis, dan kebutuhan sehari-hari. Namun, beberapa siswa masih kesulitan ketika diminta menjelaskan pengertian uang secara sederhana.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan berbagai nominal rupiah. Siswa dilatih menuliskan nominal dalam bentuk angka sekaligus membacanya dalam bahasa Indonesia.
Dalam latihan tersebut, sejumlah siswa masih mengalami kesulitan menentukan jumlah angka nol dan menggunakan tanda titik pada penulisan nominal ribuan. Kesulitan serupa muncul ketika siswa diminta mengubah angka menjadi bacaan nominal.
Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara bertahap melalui contoh-contoh sederhana. Siswa diajak mengamati, menulis, dan membaca kembali nominal uang hingga menunjukkan pemahaman yang lebih baik.
Pembelajaran selanjutnya dilakukan melalui simulasi pasar imajinasi. Siswa dibagi menjadi dua kelompok peran, yakni pedagang dan pembeli. Pedagang menyediakan barang dengan harga tertentu, sedangkan pembeli memilih barang dan melakukan pembayaran menggunakan uang mainan yang dibuat menyerupai uang rupiah.
Melalui simulasi tersebut, siswa berlatih mengenali harga barang, menentukan jumlah pembayaran, menerima uang, dan menghitung sisa uang. Aktivitas jual beli dibuat menyerupai situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Selain transaksi, siswa diperkenalkan dengan pencatatan keuangan sederhana. Menggunakan lembar panduan, mereka mencatat barang yang dibeli atau dijual, harga, jumlah uang yang diperoleh, dan saldo yang tersisa.
Kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya belajar mengenali nominal uang, tetapi juga berlatih menghitung, berkomunikasi, mengambil keputusan sederhana, dan bekerja sama. Penggunaan uang mainan memungkinkan siswa mempraktikkan transaksi tanpa menggunakan uang sungguhan.
Mahasiswa KKN menilai pembelajaran melalui praktik dapat membantu siswa memahami hubungan antara angka, nilai uang, dan penggunaannya dalam transaksi sehari-hari. Literasi keuangan juga diperkenalkan tidak sebatas kemampuan membelanjakan uang, tetapi mencakup ketelitian dalam menghitung dan mencatat uang.
Kegiatan di Masjid Nurusa’adah menunjukkan proses pembelajaran tetap dapat berlangsung meskipun aktivitas sekolah diliburkan akibat kondisi kabut asap. Mahasiswa KKN memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan masyarakat sebagai ruang belajar alternatif.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap siswa memiliki pemahaman awal mengenai uang dan penggunaannya secara bertanggung jawab. Pengalaman melalui simulasi pasar imajinasi diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara teliti sejak dini.
Bagikan: