KKN Reguler UIN Jambi Dorong Inovasi Desa

KKN Reguler UIN Jambi Dorong Inovasi Desa

Acara, Berita 2 menit baca

JAMBI — LPPM UIN Jambi menemukan sejumlah inovasi mahasiswa dalam monitoring dan evaluasi Kuliah Kerja Nyata Reguler Tahap II Angkatan 53 Tahun 2026 di Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari.

Monev berlangsung selama lima hari, 12–16 Agustus 2026. Tim LPPM turun langsung ke 30 desa lokasi KKN, masing-masing 15 desa di Kabupaten Muaro Jambi dan 15 desa di Kabupaten Batanghari.

Monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai pedoman, sekaligus mengevaluasi capaian, kendala, dan manfaat program yang dikembangkan mahasiswa bersama masyarakat.

Salah satu inovasi ditemukan di Posko 12 Desa Sungai Buluh, Kabupaten Batanghari. Mahasiswa menggagas Festival Kampung Zakat yang dirancang sekaligus sebagai momentum pencanangan desa dengan partisipasi zakat tinggi. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan BAZNAS Kabupaten Batanghari.

Tim LPPM menilai program tersebut memiliki potensi untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi zakat.

Di Kabupaten Muaro Jambi, mahasiswa Posko 23 Desa Tarikan mengembangkan pembuatan pestisida nabati dari bahan lokal, seperti daun pepaya, daun sirsak, dan kulit bawang. Program dibimbing Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Irmawati Sagala.

Mahasiswa Posko 24 Desa Teluk Raya memberikan pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengenalan aplikasi Buku Warung. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperbaiki pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan.

Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Mukhlis, S.Ag., M.Pd.I., meminta mahasiswa menjaga integritas dan etika selama melaksanakan pengabdian.

“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, menghormati adat istiadat setempat, serta menjaga nama baik almamater,” kata Mukhlis.

Ia juga menekankan agar program KKN tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa. Setiap kegiatan, menurut dia, harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain mengevaluasi program, Tim LPPM mengingatkan mahasiswa melengkapi administrasi dan luaran KKN. Kelengkapan tersebut mencakup artikel ilmiah, pendataan kegiatan melalui aplikasi SIGMA, serta penilaian dari kepala desa dan dosen pembimbing lapangan.

Monev juga menjadi kesempatan bagi LPPM menyerap aspirasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat terkait pelaksanaan KKN. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program pengabdian berikutnya.

KKN Reguler Tahap II Angkatan 53 diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mendorong mahasiswa menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat desa.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PPKM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.