Sekolah Lansia Kota Karang Dorong Semangat Belajar Tanpa Batas Usia

MUARO JAMBI — Puluhan warga lanjut usia di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, kembali merasakan suasana belajar di ruang kelas melalui program Sekolah Lansia. Program tersebut menjadi ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap belajar, bersosialisasi, dan menjaga kemandirian di usia senja.
Alih-alih mengantar cucu ke sekolah, para lansia justru datang sebagai peserta didik. Mereka mengikuti pembelajaran secara rutin dengan materi yang disusun berdasarkan silabus dan diberikan setiap pekan.

Sekolah Lansia di Desa Kota Karang terbagi dalam dua tingkatan, yakni Kelas 1 dan Kelas 2. Materi pembelajaran mencakup edukasi kesehatan fisik, bimbingan spiritual dan mental, serta keterampilan ringan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, pengelola menghadirkan pemateri dari sejumlah perguruan tinggi di Jambi, termasuk
UIN Jambi. Pemateri disesuaikan dengan topik yang dibahas setiap pekan.
Materi akademik disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami. Para lansia tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif berdiskusi dan berinteraksi selama pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mereka yang rutin serta keterlibatan dalam kegiatan kelas. Suasana pembelajaran pun berlangsung cair dengan percakapan dan canda di antara peserta.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN Posko 17 Gelombang 2 yang melaksanakan pengabdian di Desa Kota Karang. Mahasiswa terlibat dalam berbagai kebutuhan operasional kegiatan, mulai dari menyiapkan ruang kelas dan perlengkapan hingga mendampingi peserta selama pembelajaran.
Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada aspek teknis. Interaksi antara mahasiswa dan peserta lansia menciptakan ruang perjumpaan antargenerasi. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan pelajaran dari para lansia, sementara peserta merasa mendapat perhatian dan pendampingan.
Bagi warga Desa Kota Karang, Sekolah Lansia juga menjadi aktivitas rutin yang dinantikan. Mereka memperoleh pengetahuan praktis, seperti cara menjaga kesehatan dan melakukan aktivitas fisik ringan, sekaligus memiliki ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan sesama warga seusia.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa KKN, dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung pada setiap tahap kehidupan. Sekolah Lansia menjadi salah satu ruang yang memungkinkan warga lanjut usia tetap aktif, mandiri, dan terhubung dengan lingkungan sosialnya.
Bagikan: